Home » » Shalat Istikharah (meminta petunjuk) dan cara menafsirkan jawabannya

Shalat Istikharah (meminta petunjuk) dan cara menafsirkan jawabannya

Shalat Istikharah adalah salah satu shalat sunnah yang dikerjakan oleh umat muslim dalam rangka meminta petunjuk kepada Allah Ta'ala ketika mereka dihadapkan kepada beberapa pilihan yang membuat orang tersebut bingung mana yang harus dipilih atau mana yang harus dilakukan. Sedangkan pilihan-pilihan tersebut meliputi perkara apa saja seperti ketika dihadapkan pada pilihan pekerjaan, ketika seseorang harus memilih wanita sebagai pendamping hidup, atau bahkan jika orang tersebut tergolong orang yang ahli ibadah mereka juga akan melakukan shalat istikharah ketika ia harus memilih teman atau sahabat yang baik.

Foto:muhyipedia.ga
Beberapa ulama ada yang berpendapat bahwa shalat istikharah ini dilakukan ketika seseorang hanya menghadapi dua pilihan saja. Jika seseorang masih dihadapkan pada beberapa pilihan atau lebih dari dua pilihan, maka terlebih dahulu kita saring perkara-perkara tersebut menjadi lebih mengerucut pada dua pilihan, barulah mereka melakukan shalat istikharah. Hal ini ditujukan agar manusia juga menggunakan akal sebagai karunia Tuhan untuk berusaha terlebih dahulu, baru jika mereka sudah mentok pada dua pilihan yang membingungkan, dianjurkan untuk meminta petunjuk atau bantuan kepada Allah Ta'ala. 

Adapun waktu yang baik untuk melakukan shalat istikharah adalah ketika masuk sepertiga malam, dan ketika seseorang sudah selesai mengerjakan shalat istikharah hendaknya tetap menjaga wudlunya (atau tetap dalam keadaan suci) ketika hendak beranjak tidur. Mengapa? Sebab jawaban atau petunjuk nanti biasanya akan ditunjukkan lewat mimpi seseorang, sedangkan mimpi seseorang ketika mereka dalam keadaan suci pada awal mereka tidur akan lebih bermakna dari pada seseorang yang tidak mempunyai wudlu atau tidak suci ketika hendak tidur. Untuk jawaban dari shalat istikharah terkadang tidak langsung kita dapatkan, tentang ini hanya Allah Ta'ala yang lebih tahu, tetapi biasanya akan ditunjukkan dalam selang waktu tiga hari berturut-turut, atau jika seseorang tak kunjung mendapatkan petunjuk dari Allah Ta'ala ada baiknya tetap melakukan shalat istikharah. Sebab, Allah Ta'ala bisa jadi mempunyai rencana lain dari apa yang kita lakukan.

Bisa jadi Allah Ta'ala ingin kita terlebih dahulu bisa istiqamah dalam mengerjakan shalat sunnah di malam hari atau yang lainnya, pasti ada rencana tersendiri, yang pasti Allah Ta'ala Maha Mendengar segala do'a kita bahkan DIA tahu segala isi hati kita sekalipun kita tidak mengucapkannya.

Nah, adapun tata cara mengerjakan shalat sunnah istikharah ini sama halnya ketika kita mengerjakan shalat sunnah lainnya, 2 raka'at dengan satu salam. Pada raka'at pertama setelah membaca surat Al Fatihah dianjurkan untuk membaca surat Al Kafiruun dan pada raka'at kedua membaca surat Al Ikhlas. Sebagian Ulama berpendapat, mengerjakan shalat istikharah juga boleh dilakukan lebih dari 2 raka'aat akan tetapi setiap dua raka'at harus ditutup dengan salam, begitu seterusnya.

Bagaimana kita bisa mengenali petunjuk dari Allah Ta'ala? Atau, bagaimana cara kita menafsirkan atau mengartikan mimpi tersebut? Banyak Ulama mengatakan bahwa petunjuk yang diberikan oleh Allah Ta'ala pada mimpi seseorang baisanya akan ditampakkan pada seekor binatang. Mengapa binatang? Manusia juga mempunyai sifat binatang. Bagian tubuh manusia dari pusar ke bawah itulah gambaran dari sifat kebinatangan manusia, sedangkan anggota tubuh dari pusar ke atas adalah sifat ke-malaikat-an manusia. Misalkan soal jodoh, jodoh sangat rentan sekali dengan keinginan hawa nafsu, maka dari itu Allah Ta'ala sering menunjukkannya dengan gambaran seekor ular. Ular adalah lambang hawa nafsu (syahwat) seseorang. Ular-ular yang ditunjukkan dalam mimpi seseorang biasanya akan menunjukkan perilaku yang berbeda, ada yang baik ada juga yang buruk. Inilah manfaat dari ketika kita dihadapkan pada beberapa pilihan (lebih dari dua pilihan), ada baiknya kita saring terlebih dahulu menjadi dua pilihan menggunakan akal kita. Agar ketika kita diberikan petunjuk maka kita akan lebih mudah memilihnya, jika tidak A ya berarti B. Menggunakan akal kita terlebih dahulu itu juga sebagai bentuk rasa syukur atas diberikannya akal pada diri kita, jangan langsung meminta petunjuk tanpa usaha. Allah Ta'ala tidak menyukai seseorang yang tidak melakukan usaha terlebih dahulu.

Lantas, bagaimana kita bisa tahu bahwa ular A adalah wanita A dan ular B adalah wanita B? Ini tergantung dari situasinya. Allah Ta'ala sudah pasti akan memudahkan kita untuk mengetahui bahwa ular A adalah ini dan ular B adalah itu. Seperti contohnya perilaku ular A dan B memiliki perilaku yang juga menggambarkan perilaku wanita A dan B, jadi dari situlah kita akan bisa mengetahuinya. Nah, di atas kami sudah menejaskan bahwa ada baiknya kita melakukan shalat istikharah ini tidak hanya sekali, lakukanlah selama tiga hari atau beberapa hari. Jika anda sudah mendapatkan jawabannya sekali, kerjakannlah shalat istikharah di malam berikutnya dan berikutnya lagi, jika petunjuk yang anda dapatkan selama tiga hari berturut-turut itu sama, berarti itu lah jawabanya.

Begitulah cara kita menafsirkan arti mimpi dari petunjuk Allah Ta'ala, akan tetapi jika anda masih ragu-ragu untuk menafsirkan mimpinya atau mungkin anda berpikir anda belum mampu mengartikan petunjuk-petunjuk tersebut, sangat disarankan anda pergi menemui ulama, ustadz atau guru anda yang lebih menguasai ilmu ini untuk membantu menafsirkan arti mimpi anda. Ini langkah yang bagus.

0 komentar:

Pecinta Sholawat. Powered by Blogger.