Belajar Fiqih: Menerangkan Tentang Riba Dalam Jual Beli (Perdagangan)

Lafazh "Riba" dibaca dengan Alif Maqshurah, menurut bahasa itu mempunyai arti tambah. Sedangkan menurut syara' ialah penyerahan pergantian sesuatu dengan sesuatu yang lain, yang tidak dapat terliaht adanya kesamaan, menurut timbangan syara' pada waktu terjadinya akad jual beli, atau disertai mengakhirkan dalam tukar-menukar atau hanya salah satunya.

Sumber gambar: hendrifayol.blogspot.com
Riba itu haram hukumnya, tetapi riba hanya terdapat pada emas, perak dan makanan-makanan. Adapun yang dimaksud dengan makanan-makanan tersebut adalah segala sesuatu yang bisa dimakan, agar menjadi kuat. Baik buah-buahan atau sesuatu yang dapat dibuat untuk pengobatan. Dan tidak ada riba selain pada yang telah tersebut di atas.

Tidak boleh menjual emas dengan emas. Demikian pula menjual perak dibeli dengan perak, keduanya sudah tercetak, kecuali jika keduanya memiliki kesamaan berat dalam timbangannya. Maka hukumnya tidak sah (tidak boleh) menjual sesuatu (emas atau perak) secara berlebihan. Adapun perkataan Mushanif tentang "Naqdan" (secara kontan) yang terdapat dalam kitab fathul Qorib maksudnya adalah serah terima ketika itu juga. Sebab, bila emas atau perak tersebut dijual dengan tempo untuk pembayarannya, maka hukumnya tidak sah atau haram.

Tidak diperbolehkan (tidak sah) menjual barang yang telah dibeli sebelum barang tersebut diterima oleh pembeli, baik barang itu dijual kepada orang yang semula menjual atau yang lainnya. Dan tidak sah menjual daging yang dibeli dengan binatang, meskipun binatang tersebut sejenis, seperti contohnya menjual daging kambing dan dibeli dengan hewan/binatang kambing, atau lain jenisnya sekalipun dari binatang yang halal untuk dimakan seperti contohnya menjual daging sapi dan dibeli dengan hewan/binatang kambing yang masih hidup.

Boleh menjual emas dibeli dengan perak secara berlebihan, tetapi harus kontan dan melakukan serah terima sebelum akhirnya berpisah. Demikian pula berlaku untuk makanan-makanan. Tidak boleh menjual satu jenis dari makanan-makanan tersebut dengan sejenisnya kecuali harus sama, dibayar dengan kontan dan dilakukan serah terima sebelum berpisah.

Dan boleh menjual satu jenis dari beberapa makanan yang dibeli dengan jenis makanan lainnya secara berlebihan, tetapi harus dibayar dengan kontan dan sudah harus diterima sebelum keduanya berpisah. Jika penjual dan pembeli berpisah sebelum menerima semua barangnya, maka batal jual belinya. Atau perpisahan penjual dan pembeli terjadi sesudah menerima sebagian barangnya, maka dalam hal ini ada dua pendapat yang memisahkan akad jual beli tersebut.

Tidak sah (tidak boleh) menjual barang yang samar, seperti contohnya menjual seorang budak dari beberapa budakku yang ada atau menjual burung yang ada dan masih terbang di udara.

Belajar Fiqih: Waktu-waktu yang dimakruhkan mengerjakan shalat

Sebagaimana keterangan yang terdapat dalam kitab Raudlah dan Syarah Muhadzdzab pada bab tentang waktu-waktu yang dilarang mengerjakan shalat (bahkan berdosa bagi yang mengerjakannya) dan hukumnya juga bisa masuk dalam makruh tanzih (makruh yang tidak berdosa bila dikerjakan), sebagaimana keterangan dalam kitab at-Tahqiq dan Syarah Muhadzdzab, pada bab yang menerangkan hal-hal yang merusak wudlu.
waktu yang makruh untuk shalat
Sumber gambar: radiotamhid.com
Di antara waktu-waktu yang dimakruhkan untuk mengerjakan shalat ada lima (kecuali bila mengerjakan shalat tersebut karena adanya sebab tertentu). Adakalanya shalat yang semestinya sudah dikerjakan pada waktu yang mendahului seperti shalat yang sudah lewat waktunya (tetapi belum dikerjakan), atau berupa shalat yang bersamaan waktunya seperti contohnya shalat gerhana matahari dan shalat istisqa' (shalat minta hujan).

Kelima waktu yang dilarang untuk mengerjakan shalat tersebut yang Pertama adalah: Waktu setelah shalat shubuh jika tidak terdapat padanya suatu sebab yang mendesak. Maksud shalat yang dimakruhkan setelah shalat shubuh adalah shalat sunnah ba'diyah (termasuk dalam shalat sunnah rawatib). Hukum larangannya adalah makruh tahrim dan batasan hukum makruh tersebut berlangsung hingga matahari terbit.

Kedua: Mengerjakan shalat ketika matahari terbit (mulai terbit). Batasan hukum makruhnya berjalan hingga matahari menjadi bentuk yang sempurna dan tingginya kira-kira sepanjang tombak dalam pandangan mata manusia.

Ketiga: Mengerjakan shalat ketika posisi matahari tegak di tengah-tengah hingga condong dari tengah-tengah langit . Hal ini dikecualikan shalat pada hari Jum'at, maka tidak dihukumi makruh. Pengecualian itu juga berlaku ketika shalat di tanah suci Mekkah (Masjidil Haram), baik yang dikerjakan di dalam Masjidil Haram atau di tempat lainnya asalkan berada di dalam kota suci Mekkah. Jadi, tidak dihukumi makruh mengerjakan shalat di tanah suci Mekkah yang dikerjakan pada waktu-waktu yang telah tersebut di atas secara keseluruhan. Entah itu mengerjakan shalat sunnah thawaf ataupun shalat sunnah lainnya.

Keempat: Mengerjakan shalat mulai dari sehabis shalat 'Ashar hingga matahari terbenam. Para Ulama telah sepakat dalam hal ini dikarenakan waktu setelah Shalat 'Ashar adalah waktu dimana setan mulai melakukan aktifitas "secara penuh", ini adalah salah satu alasannya. Ada lagi alasan lainnya yang penulis belum begitu mengetahuinya secara pasti, jadi penulis tidak berani mencantumkannya disini.

Kelima: Mengerjakan shalat ketika matahari mulai terbenam, yaitu ketika matahari sudah hampir terbenam hingga terbenam secara sempurna (total). Jadi, waktu ketika setelah 'Ashar kesemuanya terhitung sebagai waktu yang dimakruhkan untuk mengerjakan shalat hingga matahari sudah menghilang (terbenam) secara total. Saat itu, waktu shalat maghrib tiba yaitu ketika langit terdapat mega berwarna kemerah-merahan.

Demikianlah keterangan beberapa waktu yang dimaruhkan untuk mengerjakan shalat, bahkan dari kelima waktu tersebut ada beberapa waktu yang hukumnya dosa jika tetap dikerjakan tanpa alasan yang kuat dan mendesak.

Perjalanan Imam Syafi'i dan Keistimewaannya

Nama lengkapnya adalah Abu Abdillah muhammad bin Idris bin Abbas bin Utsman bin Syafi'i  bin al-Sa'ib bin 'Ubaid bin 'Abdi Yazid bin Hasyim bin al-Munthallib bin Abdi Manaf bin Qushay bin Kilab al-Qurasyi al-Muththallibi al-Syafi'i al-Makki. Ia dilahirkan pada tahun 150 H / 767 M Di Gaza Palestina. Kakeknya yang keempat, al-Sa'ib bin 'Ubaid termasuk generasi sahabat Rasulullah SAW yang masuk Islam pada waktu perang Badar. Sedangkan anaknya Syafi'i  bin al-Sa'ib termasuk sahabat generasi junior.

Sumber gambar: mutiarapublic.com
Al-Syafi'i hidup dalam keadaan yatim. Ayahnya wafat ketika al-Syafi'i berusia dua tahun. Setelah ia berusia dua tahun, ibunya membawanya ke Mekkah dan riwayat pendidikan al-Syafi'i berawal dari kota ini. Keistimewaan al-Syafi'i sudah terlihat sejak kecil, ia memiliki kecerdasan dan daya hal yang sangat luar biasa bahkan kecerdasan dan daya hafal yang ia miliki sungguh diluar akal manusia biasa. 

al-Syafi'i telah hafal Al-Quran ketiak masih berusia tujuh tahun dan juga hafal kitab al-Muwaththa karya Imam Malik ketika ia menginjak usia sepuluh tahun. Dan yang lebih menghebohkan lagi adalah ia sudah mengeluarkan fatwa ketika baru berusia lima belas tahun, fatwa tersebut keluar atas mandat/amanah dari gurunya yaitu Sufyan bin 'Uyainah dan Muslim bin Khalid al-Zanji.

Setelah mencapai derajat mufti (pemberi fatwa) di usia yang terbilang sangat muda dalam bidang ilmu fiqh, al-Syafi'i memperdalam ilmu bahasa dan sastra Arab ke pedalaman daerah suku Hudzail. ia tinggal bersama mereka selama beberapa tahun. Kemudian setelah itu ia berangkat ke Madinah untuk melanjutkan pendidikannya dan berguru pada Imam Malik pengarang kitab al-Muwaththa. Di Madinah, selain berguru dan menjadi sisten tetap Imam malik, al-Syafi'i juga menimba dari para Ulama lain di Madinah seperti Ibrahim bin Sa'ad al-Anshari, Abdul Aziz bin Muhammad al-Darawardi dan lain-lain.

Setelah Imam Malik wafat, selanjutnya al-Syafi'i pergi ke Yaman dan menjadi kepala pemerintahan di Najran. Setelah beberapa tahun kemudian lantas ia pergi ke Iraq. Setelah sebentar saja di Iraq, ia kembali ke Mekkah dengan menjalani aktifitas mengajar di Masjidi al-Haram selama sepuluh tahun. Di Mekkah, ia memperoleh gelar al-Mufti al-Makki dan al-'Alim al-Makki, seorang mufti dan alim dari Mekkah. Dalam sebagian riwayat diceritakan bahwa al-Syafi'i menuliskitab al-Risalah ketika mengajar di Mekkah tesebut atas permintaan dari seorang Ulama Iraq Abdurrahman bin Mahdi.

Setelah sepuluh tahun tinggal di Mekkah, sekitar tahun 195H akhirnya ia pergi le Iraq lagi untuk yang kedua kalinya. Di sini, ia mulai membangun madzhabnya. Selama di Iraq, al-Syafi'i banyak melakukan diskusi dan tukar pikiran dengan kalangan fuqaha ahlul ra'y yang mayoritas dari mereka adalah murid-murid Abu Hanifah. Dari berbagai diskusi inilah, ia mendapatkan gelar nashir al-sunnah (pembela al-Sunnah), karena dapat mengangkat ahlul hadits yang selama ini sudah menjadi bulan-bulanan ahlu al-ra'y dalam forum perdebatan. Di Iraq, ia menulis bukunya, al-Hujjah yang menjadi sumber rujukan qaul qadim dalam madzhab Imam al-Syafi'i.

Beberapa saat kemudian tepatnya pada tahun 200H, al-Syafi'i memutuskan untuk meninggalkan Iraq dan berpindah ke Mesir. Di Mesir ia melakukan kaji ulang terhadap pendapat-pendapatnya ketika berada di Iraq, sehingga lahirlah pendapat-pendapat baru yang disebut qaul jadid. al-Syafi'i wafat pada malam kamis akhir bulan Rajab tahun 204H/819M dalam usia 55 tahun.

al-Syafi'i   adalah sosok mujtahud yang tiada tandingannya. Ia disepakati sebagai pendiri ilmu ushul fiqh yang dijadikan metode kajian dalam penggalianj hukum Islam oleh berbagai madzhab fiqh. Madzhabnya diikuti oleh mayoritas umat Islam di seluruh dunia. Ia telah merekonsiliasi antara madzhab ahlul hadits dengan madzhab ahlul ra'y sehingga melahirkan madzhab fiqh yang lebih moderat.

Kepakaran al-Syafi'i diakui oleh semua ulama terkemuka baik oleh guru-gurunya maupun oleh murid-muridnya. Bahkan menurut Imam Ahmad bin Hanbal, al-Syafi'i lah yang dimaksud dengan hadits Rasulullah SAW "Seorang alim dari suku Quraisy, ilmunya akan menyebar ke berbagai tempat di bumi". Menurut Imam Ahmad bin Hanbal al-Hafizh al-Baihaqi,al-Hafizh al-Suyuti dan lain-lainnya, Maksud orang alim dari suku Quraisy dalam hadits tersebut adalah al-Syafi'i. Karena belum pernah ada seorang alim dari suku Quraisy yang memiliki popularitas melebihi al-Syafi'i, sehingga hadits tersebu hanya tepat bagi al-Syafi'i .

Mengenali Wanita Yang Tidak Tahu Bagaimana Rasanya & Arti Dicintai

Wanita itu adalah makhluk yang cerdas, kebanyakan dari wanita sangat menjaga diri mereka dengan baik bahkan menjaga dengan super ketat. Dan jika anda sedang jatuh cinta dengan wanita yang tidak tahu bagaimana rasanya dicintai, maka anda harus bersiap untuk membutuhkan waktu, tenaga dan pikiran yang lebih. Keberhasilan anda mencintai tipe wanita seperti itu bahkan lebih sulit dari sebuah keberuntungan sekalipun.

Sumber gambar: merdeka.com
Wanita yang belum pernah atau bahkan sama sekali tidak ingin dicintai sudah pasti tidak akan pernah tahu bagaimana rasanya dicintai oleh pasangannya. Maksud dari tidak tahu bagaimana rasanya dicintai itu bisa jadi karena pengalaman pahit masa lalu, atau mungkin mereka merasa hidup hanya digunakan untuk diri mereka sendiri. Kedua alasan tersebut sama sekali tidak disalahkan, kedua alasan tersebut benar-benar saja. Dan jika anda sudah ditakdirkan untuk bertemu dengan wanita dengan tipe seperti itu, maka yang pertama kali harus anda lakukan adalah mempersiapkan diri anda terlebih dahulu. Persiapan terpenting yang harus anda perhatikan adalah kesabaran, butuh waktu yang tidak sebentar untuk bisa membuat wanita yang tidak mengerti rasanya dicintai untuk akhirnya bisa mengerti dan merasakan bagaimana indahnya hati jika dicintai seseorang. Dan jangan pernah sekali-sekali mengharapkan perubahan dalam sehari semalam. Bantu mereka berubah dengan terus mencintainya dan memperhatikannya setiap hari.

Bagi wanita, belajar untuk merasakannya bagaimana artinya dicintai adalah hal yang sangat sulit sekali dilakukan terlebih lagi jika mereka pernah mengalami masa lalu yang pahit, mereka akan selalu berpikir bahwa semua cinta itu memang pahit. Jika anda sedang dekat dengan wanita seperti ini (yang mempunyai masa lalu kelam), anda harus benar-benar bisa menjaga jarak agar tidak terkesan terlalu agresif. Sebab wanita yang pernah mengalami masa lalu kelam akan sangat sensitif terhadap seseorang yang dekat dengan mereka. Jika anda ingin mendekatinya dan mereka masih terasa jauh, bersabarlah. Mereka punya banyak alasan mengapa begitu, dan yang penting mereka tetap butuh waktu untuk mengerti arti dicintai.

Seperti yang sudah dijelaskan diawal artikel bahwa wanita yang ingin hidup sendiri akan menutup hati mereka untuk disinggahi, akan tetapi mereka akan tetap membukakan pintu rumah jika anda ingin bermain ke rumah mereka. Nah, itu adalah jalan bagi anda untuk bisa lebih dekat lagi dengan mereka. Setelah itu anda hanya tinggal menunggu dan mencari dimana celah kekuatan prinsip kesendirian mereka. Wanita dengan tipe ingin hidup sendiri kebanyakan memiliki pemikiran yang cerdas, jadi dibutuhkan pria yang juga cerdas untuk bisa menaklukkannya. Jika tidak, maka maksud pendekatan anda akan sangat mudah terbaca oleh mereka. Coba saja.

Alasan kesendirian wanita bisa jadi karena mungkin mereka bisa membuat hidup mereka bahagia oleh diri mereka sendiri atau mungkin mereka hanya ingin bahagia sendirian tanpa harus ada pasangan. Jika anda menemui seorang wanita yang seperti itu, biarkan saja dulu. Terkadang, untuk beberapa alasan mereka juga ingin melakukan sesuatu hal lain dengan pria, maka gunakanlah kesempatan tersebut sebaik-baiknya untuk memberikan semua perhatian anda pada mereka. Maka lambat laun mereka akan semakin membutuhkan anda untuk hal-hal lainnya lagi.

Wanita yang ingin hidup sendiri kebanyakan sudah tahu apa yang mereka inginkan dan tahu apa yang harus mereka lakukan akan tetapi kelemahannya adalah mereka tidak tahu bagaimana mengatakannya. Nah, hal inilah yang harus anda gunakan sebaik-baiknya untuk mengawali semua yang mereka inginkan dengan mengatakannya pada mereka terlebih dahulu. Jadi, insting yang tinggi sangat dibutuhkan oleh pria pada saat-saat seperti ini.

Hukum dan Tradisi Mitoni, Ngapati dan Tingkepan (Melet Kandung)

Ngapati atau Ngupati adalah acara selamatan ketika kehamilan menginjak pada usia 4 bulan. Sedangkan Mitoni atau sering disebut dengan sebutan Tingkepan (Melet Kandung) adalah upacara selamatan ketika kandungan berusia 7 bulan. Upacara selamatan tersebut dilakukan dengan tujuan agat janin yang ada dalam kandungan naninya lahir dalam keadaan sehat wal afiyat serta menjadi anak yang shaleh.

Sumber gambar: blogkhususdoa.com

Al-Quran Ak-Karim menganjurkankita agar selalu berdo'a dan mendo'akan anak cucu kita, kendatipun mereka belum lahir. Dalam Al-Quran dikisahkan tentang Nabi Ibrahim As yang mendo'akan anak cucunya yang masih belum lahir.

"Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk oatuh kepada Engkau dan (jadikanlah) di antara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau".

Al-Quran juga menganjurkan kita agar selalu berdo'a:
"Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati kami dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa".

Di sisi lain, Nabi Muhammad SAW juga mendo'akan janin sebagian sahabat beliau. Sebagaimana diriwayatkan dalam sebuah hadits shahih berikut ini:
"Anas bin Malik berkata, "Abu Thalhah memiliki seorang anak laki-laki yang sedang sakit. Kemudian ia pergi meninggalkan keluarganya. Kemudian anak kecil itu meninggal dunia. Setelah Abu Thalhah pulang, beliau bertanya kepada sitreinya, Ummu Slaim, "Bagaimana keadaan anak kita?" Ummu Sulaim menjawab, "Dia sekarang dalam kondisi tenang sekali". Kemudian Ummu Sulaim menyiapkan makan malam, sehingga Abu Thalhah pun makan malam. Selesai makan malam, keduanya melakukan hubungan selayaknya suami istri. Setelah selesai, Ummu Sulaim menyuruh orang-orang agar menguburkan anak laki-lakinya itu. pagi harinya, Abu Thalhah mendatangi Rasulullah SAW dan menceritakan semua kejadiannya. Rasulullah SAW bertanya, "Tadi malam kalian tidur bersama?" Abu Thalhah menjawab, "Ya". Lalu Rasulullah SAW berdo'a, "Ya Allah, Berkahilah keduanya". Lalu Ummu Sulaim melahirkan anak-laki-laki".

Di sisi lain, ketika seorang di antara kita memiliki bayi dalam kandungan, tentu kita mendambakan agar buah hati kita lahir ke dunia dalam keadaan sempurna, selamat, sehat wal afiyat dan menjadi anak yang shaleh sesuai dengan harapan kita, keluarga dan agama. Para Ulama menganjurkan kita selalu bersedekah ketika mempunyai hajat yang ingin kita capai. Dalam hal ini Imam al-Hafizh al-Nawawi (seorang ulama ahli hadits dan figh madzhab Imam al-Syafi'i) berkata:
"Disunnahkan bersedekah sekedarnya ketika mempunyai hajat apapun. Para Ulama kami berkata, "Disunnahkan memperbanyak sedekah ketika menghadapi urusan-urusan yang penting" .

Bersedekah pada masa-masa kehamilan, juga dilakukan oleh keluarga al-Imam Ahmad al-Hanbal, pendiri madzhab al-Hanbali yang diikuti oleh Syaikh Ibn  Taimiyah dan menjadi madzhab resmi kaum Eahabi di Saudi Arabia. Imam al-Hafizh Ibn al-Jauzi al-Hanbali menyampaikan dalam kitabnya, manaqib al-Imam Ahmad bin Hanbal, riwayat berikut ini:
"Imam al-Khallal berkata, "Kami menerima kabar dari Muhammad bin Ali bin bahar, berkata, "Aku mendengar Husnu, Ibu yang melahirkan anak-anak al-Imam Ahmad bin Hanbal, berkata, "Aku berkata kepada tuanku (Ahmad bin Hanbal), "Tuanku, bagaimana kalau gelang kaki satu-satunya milikku ini aku sedekahkan?" Ahmad menjawab, "Kamu rela melepasnya?". Aku menjawab, "Ya", Ahmad berkata, "Segala puji bagi Allah Ta'ala yang telah memberimu pertolongan untuk melakukannya". Husnu berkata, "Lalu gelang itu aku serahkan kepada Abu al-Hasan bin Shalih dan dijualnya seharga 8 dinar setengah. Lalu uang itu ia bagi-bagikan kepada orang-orang pada saat kehamilanku. Setelah aku melahirkan Hasan, tuanku memberi hadiah uang 1 dirham kepada Karramah, wanita tua yang menjadi pelayan kami".

Dari paparan di atas dapat disimpulkan, bahwa upacara selamatan pada masa-masa kehamilan seperti ngapati ketika kandungan berusia 4 bulan dan tingkepan ketika kandungan berusia 7 bulan, tidak dilarang oleh agama, bahkan substansinya memang dianjurkan dan pernah dilakukan oleh keluarga al-Imam Ahmad bin Hanbal, pendiri madzhab Hanbali.

Pernah Digigit Nyamuk dan Orang Di Samping Anda Tidak Digigit? Ini Alasannya

Musim panas adalah waktu yang paling tepat bagi orang-orang Eropa guna menghabiskan waktu mereka untuk melakukan liburan seperti pergi ke pantai, berkemah di pegunungan, dan banyak lagi aktifitas lainnya sesuai dengan keinginan dan kegemaran masing-masing individu. Akan tetapi musim panas adalah waktu yang juga tepat untuk perkembangan nyamuk, bahkan bisa dikatakan musim adalah musim dimana nyamuk akan berkembang dengan sangat pesat dan merupakan puncak dari populasinya. 

Sumber gambar: James Jordan/flickr.com via lifebuzz.com
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, nyamuk tidak hanya membawa sial, akan tetapi juga sangat berbahaya. Sebab mereka bisa membawa virus dari belahan dunia sekalipun. Virus yang sering kita dengar yang dibawa oleh sekawanan nyamuk adalah malaria, virus west Nile, zika, demam berdarah dan chikungunya. Parahnya, gigitan nyamuk tidak hanya dikontrak oleh orang-orang eropa saja akan tetapi dimana saja anda berada anda bisa terkena gigitan nyamuk tersebut. Namun kabar baiknya, banyak sekali penelitian telah membuktikan kapan dan mengapa nyamuk menggigit anda.

Dan yang paling penting adalah, pernahkah anda mengalami digigit nyamuk lebih sering dari pada orang di sekitar anda bahkan dengan jarak yang begitu dekat sekalipun? Atau bahkan orang di sekitar anda justru tidak merasa digigit nyamuk sama sekali? Percaya atau tidak, itu karena nyamuk memiliki ketertarikan terhadap jenis darah atau orang-orang tertentu.

Dan jika anda adalah salah satu dari korban ketertarikan nyamuk, maka anda harus bersiap-siap dengan perasaan yang terganggu dan bahkan benjolan-benjolan merah pada kulit anda. Untuk mengantisipasi hal tersebut, sepertinya perlu untuk mengetahui kapan nyamuk mulai melancarkan "serangan" terhadap manusia. Yang paling mudah adalah, nyamuk (apapun jenisnya) seringkali akan mencari mangsanya ketika hendak memasuki waktu fajar (dini hari). Mengapa? Sebab pada waktu tersebut posisi angin sangat rendah dan menimbulkan kelembaban. Nyamuk sangat menyukai suhu di bawah 50 derajat. 

Perlu diketahui lagi bahwa nyamuk akan lebih memilih golongan darah O daripada golongan darah lainnya. Jika dalam satu ruangan tidak ada orang yang memiliki jenis golongan darah O, maka nyamuk akan lebih memilih untuk menggigit orang yang mempunyai golongan lebih baik pada orang-orang yang ada di dalam ruangan tersebut. Pertanyaannya, bagaimana nyamuk bisa mengetahui golongan darah seseorang? Nyamuk memiliki mesin yang bisa mendeteksi jenis darah seseorang, jenis darah seseorang akan mempengerahui suhu tubuh. Suhu tubuh dari manusia itulah yang akan terlihat pada sensor nyamuk. Mesin deteksi darah tersebut terletak di bagian mata. Alat tersebut tersambung dengan organ nyamuk yang berada di bagian ujung "sungut" nyamuk.

SANGAT PENTING, nyamuk akan sangat menyukai wanita-wanita yang sedang dalam masa kehamilan. Mengapa? Ini karena jumlah karbondioksida yang dikeluarkan oleh manusia ketika bernafas, bahkan menurut penelitian, Karbondioksida lah yang menjadi faktor utama mengapa nyamuk bisa mendeteksi keberadaan seseorang, jenis darah dan suhu manusia. Sedangkan wanita hamil memproduksi karbondioksida lebih banyak dari pada orang lain. Di atas sudah dijelaskan bahwa nyamuk juga menyebarkan virus zika yang bisa mengakibatkan cacat lahir yang sangat serius. Jadi, untuk wanita hamil, sekiranya perlu untuk sangat berhati-hati dalam memperhatikan kondisi di ruangan yang anda tempati dan juga anda harus berhati-hati jika ingin bepergian ke suatu tempat jika tempat tersebut ternyata banyak sekali nyamuknya.

Masih Ingat Ardi (Bocah 2 tahun Pecandu Berat Rokok)? Lihat Apa Yang Dia Lakukan Sekarang

Beberapa tahun yang lalu, Ardi Rizal (yang masih berusia dua tahun) menjadi sangat populer terutama di media internet untuk sebuah alasan yang bisa dikatakan sangat aneh dan bahkan mengganggu bagi banyak orang. Bagaimana tidak, dia populer lantaran serangkaian foto yang menunjukkan dirinya sedang menghisap rokok. Perilakunya ketika sedang menghisap rokok sudah seperti seorang yang telah dewasa dan gayanya sama sekali tidak kaku seperti perokok amatiran.

Banyak orang yang tidak percaya dengan apa yang baru saja mereka lihat, dan setelah foto-foto Ardi tersebar luas di seluruh dunia, banyak sekali protes-protes yang ditujukan kepada pemerintah Indonesia untuk menyingkapi masalah tersebut. Sejak saat itulah, pemerintah Indonesia terus menindak lanjuti anak-anak yang merokok dan juga menaikkan pajak rokok.

Setelah Ardi menjadi "superstar rokok" di dunia, banyak sekali aktivis-aktivis yang datang dari berbagai negara datang ke Indonesia hanya ingin menemui seorang bocah pecandu rokok yang berusia dua tahun, Ardi. Para aktivis tersebut datang untuk memberikan motivasi kepada Ardi agar mau berhenti menghisap rokok dan juga memberi bantuan untuk keluarga Ardi yang notabene-nya termasuk dalam keluarga menengah ke bawah.

Sejak saat itulah, Ardi mulai berusaha dengan sekuat tenaga dan dengan bantuan orang-orang di sekitarnya untuk menghilangkan dan membuang kebiasaan merokoknya. Memang tak mudah bagi Ardi yang sudah terlalu akrab dengan rokok untuk bisa menghapus kebiasaan merokok tersebut. Terlebih lagi bagi keluarga dan orang-orang di sekitarnya, mereka benar-benar dibuat repot dan harus mengeluarkan tenaga dan pikiran ekstra guna menjauhkan Ardi dari barang berbahaya tersebut. 

Berikut ini adalah beberapa foto-foto Ardi Rizal ketika ia masih sangat akrab sekali dengan rokok.

Sumber gambar: lifebuzz.com

Sumber gambar: lifebuzz.com

Sumber gambar: lifebuzz.com
Waktu terus berlalu, dan Ardi pun kini sudah berhasil melalui beratnya jalan yang harus ia tempuh untuk menghilangkan kecanduan rokok. Untuk orang dewasa mungkin mudah saja menghilangkannya sebab pola pikiran orang-orang dewasa telah tertata dengan begitu rapi, akan tetapi kita bisa membayangkan betapa susahnya seorang anak kecil jika ingin menghilangkan kebiasaan yang sudah begitu akrab ia lakukan, belum lagi pola pikir yang masih kekanak-kanakan.

Yang pasti, Ardi kini sudah tumbuh semakin besar dan besar. Ia pun sekarang juga sudah berhasil bebas dari jeratan rokok yang hampir satu tahun  menemani jalan hidupnya. Kini, Ardi pun menjalani hari-harinya tanpa asap rokok, ia bermain dan bercanda dengan teman-teman sebayanya seperti layaknya seorang anak kecil biasa.

Berikut ini adalah foto-foto Ardi setelah terbebas dari candu rokok:

Sumber gambar: lifebuzz.com

Sumber gambar: lifebuzz.com

Sumber gambar: lifebuzz.com

Teka-Teki Tersulit Sepanjang Sejarah, "Seekor Musang Di Tengah Zebra"

Ada suatu perasaan yang berbeda ketika kita mampu memecahkan sebuah teka-teki yang menurut kita sangat sulit untuk dipecahkan. Perasaan yang sangat puas sudah pasti akan kita rasakan setelah membutuhkan waktu dan juga membutuhkan ketelitian serta konsentrasi yang tinggi.

Kali ini, kami mempersembahkan sebuah teka-teki yang masuk dalam jajaran teka-teka tersulit sepanjang sejarah. Berbicara tentang berapa lama waktu yang diperlukan untuk memecahkan teka-teki ini, tidak lagi dalam hitungan jam, bahkan mungkin anda butuh waktu hingga seharian atau mungkin lebih untuk bisa memecahkannya. Tantangan yang terdapat dalam gambar di bawah ini adalah anda disuruh untuk bisa menemukan "kepala seekor musang/luak". 

Kita tahu bahwa ukuran binatang musang (luak) sangat jauh lebih kecil dari pada ukuran tubuh hewan zebra. Dan kepala musang tersebut ada di antara kerumunan binatang zebra yang menjadi santapan favorit para singa. Dari segi spesies luak dan zebra juga sangat jauh berbeda, akan tetapi mereka mempunyai satu kemiripan, yaitu garis-garis hitam dan putih di bagian kepala. Untuk itu, seorang filosof terkenal abad ke-19 memadukan keduanya di dalam sebuah gambar yang sampai sekarang masih menjadi teka-teki (tebakan) yang paling susah untuk dipecahkan bagi yang belum pernah mengetahuinya. Untuk memberikan anda sedikit bocoran, di bawah ini adalah gambar kepala seekor musang dengan garis-garis hitam putih pada kepalanya.

Sumber gambar : RUSSELL CHEYNE / REUTERS
Ribuan jutaan masyarakat di dunia telah beramai-ramai untuk membagikan dan memecahkan gambar ini. Akan tetapi dari semuanya tidak ada yang bisa menemukan jawabannya bahkan banyak yang mengatakan bahwa gambar tersebut omong kosong, ada juga yang mengatakan bahwa sangat tidak mungkin untuk bisa menemukannya hingga akhirnya mereka merasa putus asa.

Baiklah, jika anda penasaran dan ingin merasakan betapa pusingnya mencari seekor musang di kawanan para zebra, mari kita coba ketelitian anda sekarang. Perhatikan gambar di bawah ini .

Sumber gambar: BBC

Bagaimana? Apakah anda sudah menemukannya? Sekarang mungkin sudah 1 jam atau mungkin lebih anda telah berada di sini tanpa jawaban dengan raut muka seperti ini?

Sumber gambar: Marvel Studios
Kami sengaja menyimpan jawabannya, bagi anda yang penasaran, silahkan komen dan kami akan mengupdate jawabannya pada artikel berikutnya sesuai permintaan anda.

Khasiat Ayat-ayat Al-Quran, Hizib dan Do'a

Dalam amaliah sehari-hari, kaum muslimin memiliki aneka macam bacaan dzikir, mulai dari Al-Quran, dzikir, hizib dan lainnya. Bacaan-bacaan tersebut ada yang dibaca karena semata-mata beribadah kepada Allah Ta'ala.

Sumber gambar: abhyreinkarnasi.com
Adapula karena tujuan tertentu sesuai dengan khasiat yang terdapat dalam bacaan itu. Berkaitan dengan ayat-ayat Al-Quran, para Ulama telah menulis kitab-kitab Fadla'il Al-Quran yang menguraikan khasiat-khasiat beberapa surat-surat dan ayat Al-Quran yang dijelaskan oleh Rasulullah SAW.

Adapula khasiat ayat-ayat Al-Quran yang diketahui berdasarkan pengalaman orang-orang shaleh seperti yang ditulis oleh al-Imam Ghazali dalam kitabnya al-Dzahab al-Ibriz fi Khawashsh al-Kitab Al-Quran al-Azhim, dan Syaikh Yusuf al-Nabhani dalam kitab Sa'adat al-Darain di bagian akhir.

Selain Al-Quran, kaum muslimin juga mengenal do'a-do'a yang disusun oleh para ulama. Antara lain do'a yang mengandung khasiat sesuai dengan isinya. Do'a tersebut dengan hizib. Diantara sekian banyaknya hizib, ada tiga macam hizib yang paling populer di dunia Islam, yaitu Hizb al-Bahr, Ratib al-Haddad dan Dalail al-Khairat. Mengenai khasiat-khasiat ayat Al-Quran dan hizib yang disusun oleh para wali Allah Ta'ala, Syaikh Ibn Qayyim al-jauziyah berkata:

"Dan telah diyakini bahwa sebagian perkataan manusia memiliki sekian banyak khasiat dan aneka kemanfaatan yang dapat dibuktikan. Apalagi ayat-ayat Al-Quran selaku firman Allah Ta'ala, Tuhan semesta alam, yang keutamaannya atas semua perkataan sama dengan keutamaan Allah Ta'ala atas semua makhluknya. Tentu saja ayat-ayat Al-Quran dapat berfungsi sebagai penyembuh yang sempurna, pelindung yang bermanfaat dar isegala marabahaya, cahaya yang memberi hidayah dan rahmat yang merata. Dan seandainya Al-Quran itu diturunkan ke gunung, tentu ia akan pecah karena keagungannya. Allah Ta'ala berfirman: 'Dan Kami turunkan dari Al-Quran sesuatu yang menjadi penaawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman (QS. Al-Isra':82)'. Kata-kata -dari Al-Quran-, dari ayat ini untuk menjelaskan jenis, bukan makna sebagian menurut pendapat yang paling benar".

Hukum melakukan talqin pada mayyit

Melakukan talqin pada mayyit hukumnya adalah sunnat menurut hadits yang diriwayatkan oleh Imam al-Thabarani dalam Mu'jam al-Kabir dan al-Imam Ibn Mandah. Hadits tersebut telah dikutip oleh Syaikh Ibn Taimiyah al-Harrani dalam Majmu' al-Fatawa dan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab al-Najdi dalam kitabnya Ahkam Tamanni al-Maut berikut ini:

"Al-Thabarani telah meriwayatkan dalam al-Mu'jam al-Kabir dan Ibn Mandah, dari Abu Umamah dari Rasulullah SAW, bersabda, 'Apabila salah seorang dari saudara kamu mennggal dunia, lalu kalian meratakan tanah di atas makamnya, maka hendaklah sala hseorang dari kamu berdiri di bagian kepalanya, dan katakanlah -Wahai fulan bin fulanah- maka sesungguh ia mendengar dan menjawab panggilan itu. Kemudian katakan, -Wahai fulan bin fulanah- maka ia akan duduk dengan sempurna. Kemudian katakan -Wahai fulan bin fulanah- maka sesungguh ia akan berkata -Berilah kami petunjuk, semoga Allah Ta'ala mengasihimu-, tetapi kalian tidak menyadarinya. Lalu katakanlah -Ingatlah janji yang kamu pegang ketika kamu keluar dari dunia, yaitu bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah Ta'ala, bahwa Muhammad SAW utusan Allah Ta'ala, bahwa kamu rela menerima Allah Ta'ala sebagai Tuhan, Islam sebagai agama, Muhammad SAW sebagai Nabi dan Al-Quran sebagai pemimpin- Maka pada saat itu Malaikat Munkar dan Nakir akan saling berpegangan tangan dan berkata, -Mari kita pergi. Kita tidak duduk di samping orang telah dituntun jawabannya- Nantinya Allah Ta'ala yang akan memberikan jawaban terhadap kedua Malaikat itu.' Seorang laki-laki bertanya, -Wahai Rasulullah SAW, jika ibu mayyit itu tidak diketahui?- Beliau menjawab, 'Nisbatkan kepada Hawwa', -Wahai fulan bin Hawwa-"

hukum talqin mayyit
Sumber gambar: fiqhmenjawab.blogspot.com
Keterangan: Kitab Ahkam Tamanni Al-Maut adalah karya Syaikh Muhammad bin Abduk Wahhab, pendiri aliran wahabi. Kitab ini diterbitkan oleh Unversitas Ibn Saud, Riyadh, Saudi Arabia, dan telah diteliti oleh Syaikh Abdurrahman bin Muhammad al-Sadhan dan Syaikh Abdullah bin Abdurrahman al-Jabrin, dua ulama senior kaum wahabi yang kharismatik di Saudi Arabia.

Terbitnya kitab Ahkam Tamanni al-Maut ini menggemparkan dunia pemikiran Wahabi, karena tanpa disadari oleh mereka, isi kitab yang mereka terbitkan ini mengandung hadits-hadits yang bertentangan dengan ajaran dan ideologi kaum Wahabi selama ini. Akhirnya, tanpa dalil yang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah, Syaikh Shalih al-Fauzan (tokoh Wahabi yang sangat fanatik), berfatwa bahwa kitab ini palsu, bukan tulisan pendiri Wahabi sendiri.

Menguak tradisi Tahlilan di Masyarakat

Tahlilan adalah tradisi ritual yang komposisi bacaannya terdiri dari beberapa ayat Al-Quran, tahlil, tahmid, shalawat, dan lain-lain. Bacaan tersebut dihadiahkan kepada orang-orang yang telah wafat. Hal tersebut kadang-kadang dilakukan secara bersama-sama (berjama'ah) dan kadang pula dilakukan sendirian.

tradisi Tahlilan
Sumber gambar: blogkhususdoa.com
Biasanya tahlilan ini dilakukan selama 7 hari dari meninggalnya seseorang, hari ke-40, hari ke-100, hari ke-1000, setiap malam jum'at, acara haul dan lain-lain. Komposisi bacaan tahlilan yang terdiri dari beragam dzikir ini telah berlangsung sejak berabad-abad lamanya. Syaikh Ibn Taimiyah al-Harrani (seorang Ulama panutan kaum wahabi) pernah ditanya tentang ritual seperti tahlilan dan beliau membenarkan serta menganjurkannya. Dalam hal ini Ibn Taimiyah berkata:

"Ibn Taimiyah ditanya, tentang seseorang yang memprotes ahli dzikir (berjama'ah) dengan berkata -Dzikir kalian ini bid'ah, mengeraskan suara yang kalian lakukan juga bid'ah- Mereka memulai dan menutup dzikirnya dengan Al-Quran, lalu mendo'akan kaum muslimin yang masih hidup maupun yang sudah meninggal. Mereka mengumpulkan antara tasbih, tahmid, tahlil, takbir, hauqalah (laa haula wa laa quwwata illaa billah) dan shalawat Nabi Muhammad SAW? Lalu Ibn Taimiyah menjawab -Berjama'ah dalam berdzikir, mendengarkan Al-Quran dan berdo'a adalah amal shaleh, termasuk qurbah dan ibadah yang paling utama dalam setiap waktu. Dalam Shahih al-Bukhari, Nabi Muhammad SAW bersabda, Sesunnguhnya Allah Ta'ala memiliki banyak Malaikat yang selalu bepergian di muka bumi apabila mereka bertemu dengan sekumpulan orang yang berdzikir kepada Allah Ta'ala, maka mereka memanggil, 'Silahkan sampaikan hajat kalian', lanjutan hadits tersebut terdapat redaksi, 'Kami menemukan mereka bertasbih dan bertahmid kepada-Mu...' Adapun memlihara rutinitas aurad (bacaan-bacaan wirid) seperti shalat, membaca Al-Quran, berdzikir atau berdo'a, setiap pagi dan sore serta pada sebagian waktu malam dan lain-lain, hal ini merupakan tradisi Rasulullah SAW dan hamba-hamba Allah Ta'ala yang shaleh, pada zaman dulu hingga sekarang-".

Pernyataan Ibn Taimiyah di atas memberikan kesimpulan bahwa dzikir berjama'ah dengan komposisi bacaan yang beragam antara lain ayat Al-Quran, tasbih, tahmid, tahlil, shalawat dan lain-lain seperti yang terdapat dalam tradisi tahlilan adalah amal shaleh dan termasuk qurbah dan ibadah yang paling utama dalam setiap waktu.

Tradisi Dzikir Bersama Dengan Mengeraskan Suara

Ada sebuah tradisi di tengah-tengah masyarakat kita, apabila berdzikir, baik itu selesai shalat, maupun dalam acara ritual tahlilan dan lain-lainnya, dilakukan secara bersama-sama dan dengan mengeraskan suara.

dzikir berjama'ah dan mengeraskan suara
Sumber gambar: sidomi.com
Hal tersebut tidak mengurangi pahala dzikir, bahkan dianjurkan untuk dilakukan dan terus dijadikan tradisi. Syaikh Muhammad bin Ali al-Syaukani (Ulama Syiah Zaidiyah yang sangat dikagumi oleh kaum wahabi) dan kitabnya Nail al-Authar menjadi rujukan yang otoritatif di kalangan salafi di Indonesia sejak zaman dulu, menulis sebuah kitab berjudul al-Ijtima' ala al-Dzikr wa al-Jahr bihi (Dzikir bersama dan mengeraskan suara). Dalam kitab tersebut, setelah menyitir sekian banyak ayat Al-Quran tentang Dzikir, al-Syaukani berkata:
"Ini adalah himpunan ayat-ayat Al-Quran ketika melihat pertanyaan ini. Dalam ayat-ayat tersbeut tidak ada pembatasan dzikir dengan cara mengeraskan suara atau memelankan, meninggikan atau merendahkan suara, bersama-sama atau sendirian. Jadi ayat-ayat tersebut memberi pengertian anjuran dzikir dengan semua cara tersebut"

Bahkan berkaitan dengan dzikir dengan cara mengeraskan suara setelah shalat fardlu, ada hadits shahih berikut ini:
"Dari Abu Ma'bad, bahwa Ibn Abbas Ra. mengabarkan kepadanya, bahwa mengeraskan suara dalam berdzikir ketika selesai shalat fardlu berjama'ah terjadi pada zaman Nabi Muhammad SAW. Ibn Abbas berkata -Aku mengetahui selesainya shalat fardlu itu, ketika aku mendengar suara keras mereka dalam berdzikir-"

Berkaitan dengan dzikir secara berjama'ah, ada sekian banyak hadits yang menganjurkannya, antara lain sebagai berikut:
"Syaddad bin Aus berkata, Kami bersama Rasulullah SAW tiba-tiba beliau berkata -Apakah diantara kalian ada orang asing (ahli kitab)?- Kami menjawab, tidak ada wahai Rasulullah. Lalu beliau memerintahkan agar mengunci pintu dan berkata, -Angkatlah tangan kalian, lalu ucapkanlah Laa ilaaha illallah!- Kami mengangkat tangan beberapa saat, kemudian Rasulullah meletakkan tangan beliau. Lalu bersabda -Alhamdulillah, Ya Allah, sesungguh Engkau mengutusku membuat kalimat tauhid ini, Engkau memerintahkannya kepadaku dan menjanjikanku surga karenanya, sesungguhnya Engkau tidak akan menyalahi janji- Kemudian beliau bersabda, -Bergembiralah, sesungguhnya Allah Ta'ala telah mengampuni kalian-"

7 Fakta Terpenting Tentang Nabi Muhammad SAW

Sebagai umat Nabi Muhammad SAW, sudah semestinya kita mengetahui beberapa hal tentang nabi besar Muhammad SAW. Akan tetapi dari beberapa hal tersebut mungkin ada satu atau dua hal yang sangat penting sekali untuk diketahui dan jarang sekali manusia yang mengetahuinya. Berikut ini adalah beberapa fakta penting tentang Rasulullah SAW:

Nabi Muhammad SAW
Sumber gambar: kumpulanmisteri.com
  1. Perbedaan terpenting antara Nabi Muhammad SAW dengan nabi-nabi yang sebelumnya adalah, jika nabi-nabi sebelumnya oleh Allah Ta'ala diutus kepada kaumnnya saja sedangkan Nabi Muhammad SAW diutus kepada seluruh umat manusia, jin dan malaikat.
  2. Nabi Muhammad SAW adalah manusia biasa seperti kita, bukan malaikat. Beliau makan, minum, tidur, menikah dan mempunyai keturunan seperti layaknya manusia. Namun, kemanusiaan beliau sangat luar biasa, begitu juga ruhaniyah dan jasmaniyah yang dikaruniakan kepada beliau sangatlah luar biasa kuatnya. Karena wahyu Ilahi diturunkan kepada beliau, yang mana seandainya wahyu tersebut diturunkan pada sebuah gunung maka gunung tersebut akan hancur lebur.
  3. Seandainya Nabi Muhammad SAW diumpamakan dengan batu maka beliau adalah sebuah batu permata, sedangkan manusia yang lainnya adalah batu kerikil biasa. Sama-sama batu akan tetapi lebih tinggi nilainya, lebih mahal harganya. Ahlussunnah Wal Jama'ah menganggap bahwa meskipun Nabi Muhammad SAW adalah manusia seperti kita, tetapi beliau adalah Sayyid Al-Khalaiq (makhluk Allah Ta'ala yang paling mulia dibanding semua makhluk yang lain).
  4. Nabi Muhammad SAW diangkat sebagai nabi lebih dulu dari nabi-nabi yang lain, yaitu ketika Nabi Adam As masih terbaring di surga dan belum diberi jiwa (ruh). Karena itu beliau adalah nabi yang pertama kali diangkat, akan tetapi beliau adalah nabi yang terakhir kali terlahir ke dunia.
  5. Nabi Muhammad SAW akan memberikan syafa'at (pertolongan) kepada seluruh umat manusia. Syafa'at tersebut akan bermacam-macam bentuknya tergantung tingkat keimanan pada setiap diri manusia tersebut. Salah satu contohnya adalah menyegerakan pelaksanaan hisab di Padang Mahsyar.
  6. Istri-istri Nabi Muhammad SAW mulai dari beliau menikah hingga wafat adalah Ummul Mukminin Siti Khadijah binti Khuwailid, 'Aisyah Abi Bakar al-Shiddiq, Hafishah binti Umar, Ummu Salamah binti Abi Umayyah, Ummu Habibah binti Abu Sufyan, Saudah binti Zam'ah, Zainab binti Jahasy, Zainab binti Khuzaimah, Maimunah binti al-Harits, Juwairiyah binti al-Harits dan Shafiyyah binti Huyay - Radliallahu 'anhunna.
  7. Pada waktu di dunia, tidak ada satupun manusia yang dapat melihat Allah Ta'ala secara langsung kecuali Nabi Muhammad SAW pada malam mi'raj di Sidrat al-Muntaha (baca:Sidratul Muntaha). Akan tetapi perlu kita ingat, bahwa Allah Ta'ala tidak bertempat di Sidratul Muntaha, yang bertempat di situ adalah Nabi Muhammad SAW ketika melihat-Nya. Allah Ta'ala Maha Suci dari tempat -Subahanallah-

Benarkah Tawasuf Itu Bid'ah?

Berbagai macam pertanyaan (yang pada hakikatknya adalah gugatan) terhadap dunia shufi dan tasawuf hingga kini masih terus berlanjut dan sepertinya tidak akan pernah berhenti. Di dalam pertanyaan yang seringkali muncul terhadap tasawuf adalah "Bukankah dalam ajaran Al-Quran, Hadits-hadits dan sirah Rasul SAW sendiri, terdapat sekian banyak macam pendidikan dan aneka ragam ibadah yang dapat menyucikan jiwa, membersihkan hati, memperbaiki akhlak, mengantarkan hamba kepada Tuhan dan memberi rasa kesejukan (uns) bersama Tuhan, lalu mengapa masih membutuhkan ilmu tasawuf, bukankah dengan demikian itu ajaran tasawuf adalah sebuah sisipan (bid'ah) terhadap Islam dan bukan termasuk bagian dari Islam?" Demikian gugatan yang tidak jarang kita dengar dari sebagian kalangan.

tasawuf dan bid'ah
Sumber gambar: genzhas.com
Sebenarnya apabila gugatan tersebut dibenarkan, maka gugatan yang sama haruslah diarahkan terhadap seluruh bidang studi ilmu keIslaman termasuk ilmu Al-Quran, ilmu hadits, ilmu fiqh dan lain-lain. Bukankah pada masa Rasulullah SAW dan masa sahabat belum pernah dikenal istilah nasikh, mansukh, muhkam, mutasyabih, dan lain-lain yang menjadi istilah dalam ilmu tafsir Al-Quran. Belum pernah pula dikenal istilah qiyas, istihsan, mu'aradlah, munaqadlah, thardu, syarath, sabab, 'illat, dan lain-lain yang menjadi istilah dalam ilmu fiqh. Belum pernah juga dikenal istilah jarh, ta'dil, ahad, mutawatir, masyhur, shahih, hasan, dla'if, gharib dan lain-lainnya yang menjadi istilah dalam ilmu hadits. Belum pernah juga dikenal jenjang pendidikan tingkat dasar, tingkat menengah, tingkat atas dan perguruan tinggi, bahkan gelar-gelar kesarjanaan seperti Ic, Magister dan doctor, dan lain-lainnya. Apakah dengan demikian semua itu harus ditolak dan kita anggap sebagai bid'ah dhalalah? Pertanyaan-pertanyaan seperti itu kita jawab dengan tegas, bahwa semuanya bukan termasuk bid'ah dhalalah, termasuk juga ilmu tasawuf.

Dalam menanggapi gugatan bahwa tasawuf itu sisipan atau bid'ah terhadap Islam, kiranya di sini perlu dikemukakan pandangan beberapa pakar tasawuf. Seperti, Abdul Wahid Yahya -Filosof dan shufi kontemporer- yang berpandangan bahwa tasawuf adalah bagian yang esensial dari agama Islam. Menurutnya, agama Islam akan berkurang tanpa hadirnya ilmu tasawuf. Agama Islam akan berkurang dari aspeknya yang luhur, yaitu aspek yang berperan sentral dan fundamental. Karenanya termasuk asumsi murahan, pandangan yang mengatakan bahwa tasawuf bersumber dari ajaran yang asing dari Islam, seperti filsafat Yunani, India, Parsi, dan Masehi. Pandangan ini akan berlawanan dengan istilah-istilah teknis keilmuan dalam dunia tasawuf yang kesemuanya berkaitan erat dengan bahasa Arab.

Imam Abu AL-Muzhaffar bin Thahir al-Asfarayini, ketika memaparkan keistimewaan Ahlussunnah Wal Jama'ah dibandingkan dengan sekte-sekte lain seperti Khawarij, Rafidlah dan Qadariyah, memberikan penjelasan: "Ilmu Tasawuf dan isyarat serta hakikat-hakikat dan hal-hal yang mendetail yang dimiliki oleh Ahlussunnah Wal Jama'ah, tidak dimiliki sedikitpun oleh kalangan ahlulbid'ah. Kalangan Ahlulbid'ah terhalang dari menerima faedah tasawuf seperti ketenangan, halawah. sakinah, dan thuma'ninah.

Abu Abdurrahman al-Sulami telah menyebutkan di antara guru-guru kaum shufi hampir seribu orang. Ia telah menghimpun isyarat-isyarat dan hadits-hadits mereka. Secara umum di kalangan mereka tidak ditemukan seorang yang dinisbahkan terhadap bagian dari kelompok Qadariyah, Rafidlah, dan Khawarij."
Pecinta Sholawat. Powered by Blogger.